MATERI UTS KELOMPOK 16
DOSEN PENGAMPU : DONA DINDA PRATIWI, M.Pd
LOGIKA MATEMATIKA
UIN Raden Intan Lampung
NAMA : M. Syaif Amrullah Alqusyairi (1711050184)
Tri Yulia Sari (1511050333)
Yuni Ariesta Putri (1511050345)
Matematika Kelas 11 | Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, dan Biimplikasi
RG Squad, apa yang kamu bayangkan ketika mendengar kata “logika matematika”? Kalau kamu murid laki-laki, mungkin
akan bingung dan bertanya, “Kok matematika pakai logika segala?”.
Sementara sebagian perempuan akan berpikir, “Logika itu mah urusan laki-laki!
Perempuan tuhpakenya perasaan…”Hmmm.
Di dalam ilmu matematika, kamu juga dapat mempelajari logika. Buat
apa? Tentu aja, supaya mengasah otak kita dalam penarikan
kesimpulan-kesimpulan. Jadi, ke depannya kita tidak asal menduga sesuatu. Tidak
ada lagi deh kalimat ‘Kamu bilangnya mau jemput jam
10. Kok telat? Pasti JALAN SAMA MANTAN YA?!’
Pernyataan dan Kalimat Terbuka
Seperti pada pengertian di
atas, pernyataan adalah kalimat yang bisa benar atau bisa salah.Sementara
kalimat terbuka adalah jenis kalimat “yang belum diketahui kebenarannya”.
Sehingga, untuk menentukan benar atau salahnya, kita perlu pengamatan lebih
lanjut.
Kalau Squad masih bingung seperti
apa itu contoh pernyataan, berikut adalah salah satu contohnya:
- Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan
Indonesia. (pernyataan benar)
- Bika ambon berasal dari Ambon. (pernyataan
salah)
Di sisi lain, contoh dari kalimat
terbuka adalah sebagai berikut:
- 12x + 6 = 91 (pernyataan ini dinamakan
kalimat terbuka karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Apakah benar
12x jika dijumlahkan dengan 6 akan menghasilkan 91?).
- Maaf ya, aku semalem ketiduran. Hehehe.
(Pernyataan ini dinamakan kalimat terbuka karena masih harus dibuktikan
kebenarannya. Apakah benar dia semalem nggak bales karena
ketiduran? Atau emang males aja chat sama
kamu?).
Setelah mengetahui apa itu
pernyataan dan kalimat terbuka, sekarang kita lanjut pembahasan mengenai
ingkaran/negasi/penyangkalan.
Ingkaran/negasi/penyangkalan (~)
Dari sebuah pernyataan, kita dapat
membuat pernyataan baru berupa “ingkaran/negasi/penyangkalan” atas pernyataan
tadi. Berikut adalah tabel kebenaran ingkaran:
*B = pernyataan bernilai benar
S = pernyataan bernilai salah
Artinya, jika suatu pertanyaan (p)
benar, maka ingkaran (q) akan bernilai salah. Begitu pula sebaliknya. Berikut
adalah contoh dalam matematika:
- p: Besi
memuai jika dipanaskan (pernyataan bernilai benar)
- ~p:
Besi tidak memuai jika dipanaskan (pernyataan
bernilai salah).
Contoh lain:
- p: Semua unggas adalah burung.
- ~p: Ada unggas yang bukan burung.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita
seringkali menemui orang menggunakan pernyataan negasi atas pernyataan orang
lain… yang berujung pada pertengkaran.
Oke, kembali fokus, Squad. Sudah mengerti tentang
ingkaran atau negasi, kan? Selanjutnya, kita akan
memelajari pernyataan majemuk. Apa itu pernyataan majemuk?
Dalam ilmu matematika, terdapat 4
macam pernyataan majemuk:
Konjungsi (^)
Konjungsi adalah pernyataan majemuk
dengan kata hubung “dan”. Sehingga, notasi “p^q” dibaca “p dan q”.
Tabel nilai kebenaran konjungsi
Dari tabel di atas, kita dapat
melihat bahwa konjungsi hanya akan benar jika
kedua pernyataan (p dan q) benar.
Contoh:
- p: 3 adalah bilangan prima (pernyataan
bernilai benar)
- q: 3 adalah bilangan ganjil (pernyataan
bernilai benar)
- p^q: 3 adalah bilangan prima dan ganjil (pernyataan
bernilai benar)
Disjungsi (V)
Disjungsi adalah pernyataan majemuk
dengan kata hubung “atau”. Sehingga notasi “pVq” dibaca “p atau q”.
Tabel nilai kebenaran disjungsi:
Jika kita lihat pada tabel kebenaran, disjungsi hanya
salah jika kedua pernyataan (p dan q) salah.
Contoh:
- p: Paus
adalah mamalia (pernyataan bernilai benar)
- q: Paus
adalah herbivora (pernyataan bernilai salah)
- pVq: Paus
adalah mamalia atau herbivora (pernyataan bernilai
benar)
Implikasi (->)
Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika…
maka…” Sehingga notasi dari “p->q” dibaca “Jika p, maka q”. Adapun tabel
nilai kebenaran dari implikasi:
Dari tabel terlihat bahwa implikasi hanya bernilai salah
jika anteseden (p) benar, dan konsekuen (q) salah.
Contoh:
- p: Andi
belajar dengan aplikasi ruangguru. (pernyataan bernilai benar)
- q: Andi
dapat belajar di mana saja. (pernyataan bernilai benar)
- p->q:
Jika Andi belajar dengan aplikasi ruangguru, maka Andi dapat belajar
di mana saja (pernyataan bernilai benar)
Biimplikasi (<->)
Biimplikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “… jika
dan hanya jika”. Sehingga, notasi dari “p<-> q” akan dibaca “p jika dan
hanya jika q”.
Tabel nilai kebenaran Biimplikasi:
Dari tabel kebenaran tersebut,
dapat kita amati bahwa biimplikasi akan bernilai benar
jika sebab dan akibatnya (pernyataan p dan q) bernilai sama. Baik itu sama-sama benar, atau
sama-sama salah.
Contoh:
- p: 30 x 2
= 60 (pernyataan bernilai benar)
- q: 60
adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai salah)
- p<->q:
30 x 2 = 60 jika dan hanya jika 60 adalah bilangan ganjil
(pernyataan bernilai salah).
Untuk mempermudah pemahaman mengenai logika matematika mari klik link dibawah ini
https://youtu.be/GEO-8ROBqDQ
https://youtu.be/v7UrvYHR_TU
Selamat menyaksikan :))))
Nah, itulah tadi pemahaman dari logika
matematika baik dalam penggunaan pernyataan dan kalimat terbuka, ingkaran,
serta 4 macam kalimat majemuk (konjungsi, disjungsi, implikasi, dan
biimplikasi).
Sekian materi logika matematika dari kelompok kami, semoga dapat membantu dan menambah wawasan para pembaca atau pengunjung khusus nya dalam pelajaran matematika.
~ TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG~















0 komentar:
Posting Komentar